Laporan


LAPORAN STUDI WISATA
SMP NEGERI 3 KALIKAJAR
TAHUN PELAJARAN 2012/2013





















Oleh :
PANITIA STUDI WISATA
SMP NEGERI 3 KALIKAJAR







PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 3 KALIKAJAR
Desa Kembaran, Kec. Kalikajar, Kab. Wonosobo, Telp. (0286) 329308

 








KATA  PENGANTAR




Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya  kepada kita, sehingga penyusunan Laporan Kegiatan Studi Wisata dapat diselesaikan.  Tujuan penyusunan laporan ini adalah sebagai informasi kepada semua pihak yang memerlukan dan sekaligus pertanggungjawaban atas wewenang yang telah dilimpahkan oleh atasan.
Laporan Kegiatan Studi Wisata ini disusun atas bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Ibu Sri Puji Astuti, M.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 3 Kalikajar;
2.    Bapak/Ibu Guru SMP Negeri 3 Kalikajar;
3.    Bapak/Ibu Staf Karyawan dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Kalikajar;
4.    Pengurus/Anggota OSIS SMP Negeri 3 Kalikajar.
Dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, yang nantinya dapat berguna bagi penyusun di masa yang akan datang.
Dengan memohon petunjuk serta bimbingan pada Allah SWT semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.




                                                            Wonosobo,    Mei  2013


                                                                               Penyusun 





 
LEMBAR PENGESAHAN




Laporan ini telah diperiksa dan disahkan pada tanggal …………………………………. oleh:





Ketua Panitia Studi Wisata






Rochayati, S.Pd
NIP. 19710210 199412 2 002








Mengetahui/Menyetujui
Kepala SMP Negeri 3 Kalikajar





Sri Puji Astuti, M.Pd
NIP. 19690125 199601 2 001




















LAPORAN PELAKSANAAN STUDI WISATA
SMP NEGERI 3 KALIKAJAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

A.    Latar Belakang

Muatan materi pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu kegiatan di sekolah saja, karena keberhasilan penguasaan ilmu pengetahuan itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan.  Dalam kegiatan Studi Wisata, siswa dapat melihat secara langsung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta obyek bersejarah yang pernah dipelajarinya di sekolah.
Kegiatan Studi Wisata dilaksanakan di luar sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan observasi,”dan “bermain sambil belajar” melalui pengalaman secara langsung dan nyata. 
Kegiatan Studi Wisata memiliki sifat multidimensional, dan multikultural.  Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan  kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara.  Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Kegiatan Studi Wisata memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan  yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal,  interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional. 

B.  Tujuan
Kegiatan Studi Wisata bertujuan untuk:
1.      menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang wisata;
2.      membuktikan/melihat secara langsung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta obyek bersejarah yang pernah dipelajarinya di sekolah;
3.      menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara.
4.      sebagai bekal wacana dan pengetahuan yang sangat berharga sebelum masuk pada jenjang yang lebih tinggi..

C. Waktu, Tempat dan Transportasi         

Hari, Tanggal     : Minggu s.d. Rabu, tanggal 5, 6, 7 dan 8 Mei 2013 (Jadwal terlampir)
                          Tujuan     :           Jawa Timur
                          Obyek    :            
                                  1. Wisata Bahari Lamongan (WBL);
                                  2.  Agro Apel dan Pengolahannya;
                                  3. Jatim Park 2;
                                  4. Batu Night Spectacullar (BNS);
                                  5. Tanggulangin;
                                  6.  Jembatan Suramadu;
                                  7.  Lumpur Lapindo Sidoarjo.
                                 
                          Transportasi        :           3 (tiga) Bus dari Biro Perjalanan “Mulia Tour”
                          Jumlah Peserta    :           162 orang
                          Berangkat dari    :           SMP Negeri 3 Kalikajar (Minggu, 5 Mei 2013, Jam 18.00 WIB)
D. Tata Tertib Peserta Studi Wisata
     
D.1. Kewajiban
1.      Peserta wajib hadir di SMP Negeri 3 Kalikajar pada hari Minggu tgl. 5 Mei 2013 sebelum jam 17.00 WIB, bagi peserta yang tidak datang pada waktunya dianggap mengundurkan diri, dan kepadanya tidak diberikan pengembalian serta ganti rugi apapun;
  1. Peserta wajib berpakaian sopan, rapi (aurat tertutup);
  2. Peserta wajib Absensi sebelum pemberangkatan dari Sekolah;
  3. Peserta wajib mengikuti dan memperhatikan penjelasan pelaksanaan studi wisata ke Jawa Timur dari Panitia Studi Wisata sebelum pemberangkatan;
5.      Bagi peserta yang sedang tidak berhalangan wajib melakukan sholat lima waktu;
  1. Peserta wajib membawa/menyediakan sendiri makan malam untuk hari Minggu malam Senin saja;
  2. Peserta wajib menempati tempat duduk sesuai denah yang telah ditetapkan Panitia;
  3. Peserta wajib menjaga ketenangan, ketertiban, kenyamanan selama dalam perjalanan berangkat/pulang;
9.      Peserta wajib membawa peralatan tulis menulis/perekam data;
  1. Peserta wajib mengikuti, memperhatikan, mencatat/merekam penjelasan dari pemandu wisata;
11.  Peserta wajib berpakaian rapi dan bersepatu selama berada di Agro Apel dan Pengolahannya (PT Bagus);
12.  Peserta wajib memakai sleyer sebagai tanda peserta wisata dari SMPN 3 Kalikajar di setiap lokasi wisata;
13.  Peserta wajib absensi sebelum dan sesudah dari lokasi wisata;
14.  Peserta wajib memberitahukan kepada Panitia jika akan menemui/ditemui/dikunjungi teman atau sanak saudara yang ada di obyek wisata;
15.  Peserta wajib memiliki dan menyimpan nomor HP dari Panitia Studi Wisata/wali kelas masing-masing;
Rochayati, S.Pd: 081392276122                   Wahdan Ikhtiari,  A, S.Ag: 081327243877
Hermanto, S.Pd: 085228386672                    Tri Indah P, S .Pd: 085326642919
Wening Rinasari, S.Pd: 081228874796         Wiwik Indarwati, S.Pd: 085292412678

  1. Peserta wajib memberitahukan kepada Panitia apabila selama di perjalanan/obyek wisata menemukan/mengetahui hal-hal yang mencurigakan;
  2. Peserta wajib menjaga nama baik SMP Negeri 3 Kalikajar, berpenampilan/prilaku yang sopan yang dapat menimbulkan rasa simpati;
18.  Peserta wajib mematuhi jurnal dan jadwal pelaksanaan studi wisata SMP Negeri 3 Kalikajar;
19.  Peserta wajib memberitahukan kepada Panitia jika ada peserta yang merasa sakit;
20.  Peserta wajib membuat laporan/karya tulis secara kelompok tentang studi wisata ke Jawa Timur;
21.  Peserta wajib memakai pakaian renang, apabila akan berenang di kolam renang WBL;
22.  Peserta wajib mentaati semua tata tertib yang berlaku;
23.  Peserta wajib membawa uang dan barang berharga lainnya (HP, Kamera) kemana pun pergi.

D.2. Larangan
1.      Peserta dilarang memakai celana pendek, pakaian ketat/transparan, aurat terbuka;
2.      Peserta dilarang membawa atau mengenakan perhiasan yang berlebihan;
3.      Peserta dilarang membawa obat-obat terlarang, gitar, senjata tajam, pisau dan sejenisnya;
4.      Peserta dilarang merokok, minum minuman keras/mengandung alkohol, mengkonsumsi NARKOBA;
5.      Peserta dilarang berkata kasar, kotor, jorok dan menyinggung atau menyakiti orang lain;
6.      Peserta dilarang berpisah dengan kelompok selama berada di lokasi Wisata;
7.      Peserta dilarang melakukan perbuatan yang dapat mencemarkan nama baik dan citra sekolah;
8.      Peserta dilarang berbuat yang dapat membahayakan keselamatan;
9.      Peserta dilarang memisahkan diri dari kelompok/rombongan yang sudah ditentukan;
10.  Peserta dilarang memisahkan diri/berjalan sendirian (minimal harus berdua);
  1. Selama perjalanan (di dalam Bus) dilarang keras mengeluarkan anggota badan, baik melalui kaca cendela maupun pintu masuk;
  2. Peserta dilarang membawa barang yang dapat mengganggu/mencelakakan kesehatan dan keselamatan diri sendiri maupun peserta yang lain;
  3. Peserta dilarang membawa barang maupun makanan yang tidak bermanfaat bagi perjalanan studi wisata;
14.  Untuk menjaga kesehatan, peserta dilarang jajan/membeli makanan/minuman sembarangan (kurang berkualitas), walaupun kelihatannya menarik dan murah;
15.  Untuk menghindari penipuan/hipnotis, peserta dilarang memberikan uang/barang kepada orang yang tidak dikenal sebelumnya, walaupun orang tersebut ceritanya/kelihatannya sangat membutuhkan;
16.  Untuk menghindari penipuan/hipnotis, peserta dilarang menerima barang/makanan dari orang yang tidak dikenal sebelumnya, walaupun barang dan makanan jelas nama dan bentuknya;
17.  Tidak diperkenankan memasang tiket masuk (gelang) sendiri tanpa sepengetahuan petugas Entrance / pintu masuk WBL;
18.  Tidak diperkenankan membawa (Nasi, Lontong, dan Mie) dari luar area WBL;
19.  Tidak diperbolehkan makan dan minum di kolam renang WBL.

D.3. Peralatan/Bahan yang perlu dibawa oleh peserta
1.      Makan sore/malam untuk malam Senin (Nasi Rames: 1 porsi);
2.      Jaket/Sarung untuk menahan rasa dingin dalam Bus yang ber-AC.
3.      Air Minum secukupnya (3 botol sedang), untuk minum dan gosok gigi di WBL karena air-nya asin;
4.      Bekal makanan kecil (Roti : 4 bungkus), untuk mengisi perut jika jadwal makan menjadi mundur;
5.      Alat Kesehatan (Minyak Angin: 1, Antimo: 6, Plastik kecil untuk muntahan/sampah/kotoran: 10);
6.      Peralatan Mandi (Sabun: 1, Shampo: 4, Sikat Gigi: 1, Pasta Gigi: 1, Handuk: 1, Plastik besar untuk baju kotor: 2);
7.      Pakaian (Hem: 1, Kaos: 3, Celana panjang/Rok: 4, Sepatu: 1 psng, Kaos Kaki:  1 psng, Pakaian Dalam: 4 psng);
8.      Peralatan Ibadah (Sarung: 1, Mukena: 1, Sajadah: 1);
9.      Alat tulis (Buku: 1, Pulpen: 1, Penggaris: 1, Alas tulis: 1);
10.  Untuk dokumentasi/perekam data (Camera: 1, HP: 1), jika ada;
11.  Khusus peserta putri: Alat Kosmetik dan bahan keperluan lain yang bersifat pribadi.


E. Peserta Studi Wisata
      (Terlampir)


F. Kepanitiaan

      Penanggung Jawab  :  Sri Puji Astuti, M.Pd
      Ketua                       : Rochayati, S.Pd
      Sekretaris                 :  Hermanto, S.Pd
      Bendahara                :  Wening Rinasari, S.Pd
      Anggota                   :  1. Wahdan Ikhtiari Abdillah, S.Ag
                                          2. Tri Indah Puspitasari, S.Pd
                                          3. Wiwik Indarwati, S.Pd



G. Anggaran
     (Terlampir)

H. Kendala- Kendala yang dihadapi dan pemecahannya

1.      Beberapa peserta mabuk perjalanan dan muntah, cara mengatasinya dengan minum Antimo, di bagian pusar ditempeli dengan koyo, badan digosok dengan aroma terapi.
2.      Beberapa peserta pinsan, cara mengatasinya dengan mengendorkan pakaian, memijat dan mengolesi dengan aroma terapi, serta membawa ke klinik/dokter untuk diperiksakan.
        


I. Lampiran – Lampiran













 Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Wisata Bahari Lamongan atau disingkat WBL, adalah tempat wisata bahari yang terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tempat wisata ini dibuka sejak soft opening tanggal 14 November 2004. Beberapa wahana unggulan tempat wisata ini antara lain Istana Bawah Laut, Gua Insectarium, Space Shuttle, Anjungan Wali Songo, Texas City, Paus Dangdut, Tembak Ikan, Rumah Kaca, serta Istana Bajak Laut.
Obyek wisata ini berada di jalur pantura Surabaya-Tuban, serta berada di dekat sejumlah obyek wisata andalan di Jawa Timur, diantaranya Gua Maharani, Makam dan Museum Sunan Drajat, Makam Sunan Sendang Duwur, dan Tanjung Kodok Resort. Tidak jauh dari WBL, sekitar 5 km arah timur, sudah dioperasikan kawasan berikat yang dikenal dengan Lamongan Shorebase (LS). Sementara itu, sekitar 6 kilometer arah barat terdapat pelabuhan perikanan Nusantara di kecamatan Brondong dengan tempat pelelangan ikan yang sangat dikenal di Jawa Timur.
Saat ini Wisata Bahari Lamongan diperluas hingga mencakup Gua Maharani. Dimana Gua Maharani sekarang tidak hanya menjadi tempat wisata Goa saja tetapi telah dikembangkan sebagai tempat rekreasi kebun binatang (Zoo) yang telah memiliki banyak koleksi binatang. Sehingga Goa Maharani sekarang telah berubah nama menjadi Maharani Zoo & Goa.

Fasilitas

  • Rumah Kucing
  • Galeri Kapal Dan Kerang
  • Sarang Bajak Laut
  • Goa Insektarium
  • Permainan Air
  • Playground Remaja
  • Playground pasir
  • Kolam Renang Air Tawar
  • Kolam Renang Air Laut
  • Waterboom
  • Anjungan Wali Songo
  • Bioskop 3 Dimensi
  • Rumah Sakit Hantu
  • Rotary Coaster
  • Samba Jet
  • Mini Columbus
  • Mini Train
  • Tembak air
  • Merry-Go-Round
  • Mini Bumper Car
  • Mini Bumper Boat
  • Motocross
  • Tagada
  • Taman kaca
  • Taman berburu
  • Paus Dangdut
  • Jet Coaster
  • Bumper Car
  • Space Shuttle
  • Bioskop Desperado
  • Drop Zone
  • Istana Boneka
  • Crazy Car

Terletak di pesisir utara Pantai Jawa, tepatnya di kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan – Jawa Timur, Wisata Bahari Lamongan (WBL) menawarkan oase tersendiri bagi wisatawan. Berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan objek wisata yang telah ada sebelumnya, yaitu Pantai Tanjung Kodok.

Memadukan konsep wisata bahari dan dunia wisata dalam areal seluas 11 hektare, WBL siap memanjakan pengunjung dengan konsep one stop service mulai jam 08.30-16.30 WIB setiap harinya. Didukung pula dengan hadirnya 3 wahana baru setiap tahunnya.

Selain itu tersedia pula fasilitas pendukung seperti Pasar Hidangan, Pasar Wisata, Pasar Buah dan Ikan serta fasilitas umum lain seperti Masjid, Klinik, ATM, Tempat Menyusui Ibu & Bayi, Toilet, Free WIFI, Tempat Parkir dan lain sebagainya.

Terhubung dengan Tanjung Kodok Beach Resort dan Maharani Zoo & Goa, menjadikan perjalanan wisata anda semakin nyaman, lengkap dan berkesan.

Ticket

Hari Senin - Kamis Rp. 50.000,-

Hari Jum'at - Minggu Rp. 65.000,-


Jam Buka

Pukul 08.30 - 16.30 WIB



PERATURAN
Untuk keamanan dan kenyamanan selama berkunjung, patuhilah segala ketentuan dan peraturan yang ada di Wisata Bahari Lamongan.

Ketentuan Keamanan dan Kenyamanan

• Tidak diperkenankan membawa senjata tajam, pisau dan sejenisnya ke dalam area
• Tidak di perbolehkan membawa obat-obatan terlarang dan minuman keras
• Tidak diperkenankan membawa hewan peliharaan

Ketentuan Umum

• Anak-anak yang memiliki tinggi diatas 85cm dikenakan biaya penuh
• Tidak diperkenankan membawa (Nasi, Lontong, dan Mie) dari luar area
• Tidak diperkenankan memasang tiket masuk (gelang) sendiri tanpa sepengetahuan petugas Entrance / pintu masuk

Ketentuan bagi penggunaan kolam renang

• Waktu buka pukul 09.00 – 16.30 WIB
• Wajib menggunakan pakaian renang
• Tidak diperbolehkan makan dan minum di kolam renang
• Untuk peraturan lain tertera pada papan peraturan di kolam renang

Fasilitas Gratis


Speed Flip ( NEW )
Ranger (NEW)
Istana Boneka 1001 Malam ( NEW )
Crazy Car ( NEW )
Drop Zone ( NEW )
Paus Dangdut ( NEW )
Bioskop 3 Dimensi
Bioskop Desperado
Rodeo
Mini Bumper Boat
Rumah Kucing
Galeri Kapal Dan Kerang
Sarang Bajak Laut
Goa Insektarium
Permainan Air
Playground Remaja
Playground Pasir Pantai
Kolam Renang Air Tawar
Kolam Renang Air Laut
Waterboom
Kano
Anjungan Wali Songo
Rumah Sakit Hantu
Rotary Coaster
Samba Jet ( istana Bawah Laut )
Mini Columbus ( istana Bawah Laut )
Mini Train ( istana Bawah Laut )
Arena Bermain / Playsoft istana Bawah Laut
Tembak Air ( istana Bawah Laut )
Merry-Go-Round ( istana Bawah Laut )
Mini Bumper Car ( istana Bawah Laut )
Arena Mengemudi ( istana Bawah Laut )
Motocross / 2 LAP ( Max. 50 kg )
Tagada
Planet Kaca
Tembak Ikan
Taman Berburu
Jet Coaster
Bumper Car
Space Shuttle
WIFI (internet acces )
Tempat Penitipan Barang
Tempat Istirahat
Klinik ( Tidak Termasuk Obat )
Toilet Dan Kamar Ganti
Tempat Menyusui Ibu Dan Bayi

Fasilitas Bayar


Fasilitas
Tarif
Arena Panahan ( NEW )
Rp. 5.000,-
Zona Perang/4 koin ( NEW )
Rp. 5.000,-
Istana Hantu/4 koin ( NEW )
Rp. 5.000,-
Arena Foto Cowboy ( NEW )
Rp. 5.000,-
Kereta Andong ( NEW )
Rp. 5.000,-
Soccer/4 koin ( NEW )
Rp. 5.000,-
Big hammer/4 koin ( NEW )
Rp. 5.000,-
Boxing/4 koin ( NEW )
Rp. 5.000,-
Arena Ketangkasan/kupon
Rp. 1.000,-
Video Games/4 koin
Rp. 5.000,-
Flying Fox/org ( NEW )
Rp. 20.000,-
ATV
Rp. 10.000,-
Kiddie Ride/4 koin
Rp. 5.000,-
Sepeda Air/5 menit
Rp. 7.000,-
Ski Boat/org
Rp. 10.000,-
Long Boat/org
Rp. 20.000,-
Speed Boat/max. 4 org
Rp. 100.000,-
King Donut Boat/paket/max. 5 org ( NEW )
Rp. 150.000,-
Banana Boat/paket/max. 5 org
Rp. 175.000,-
Perahu Tradisional/org/max. 10 org
Rp. 10.000,-
Blue Eagle/jam/max. 10 org
Rp. 2.500.000,-
GoKart/1 Lap
Rp. 14.000,-
GoKart/2 Lap
Rp. 25.000,-

KEBUN APEL DAN PENGOLAHANNYA




Taksonomi
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Rosales
Family : Rosaceae
Genus : Malus
Species : M. Domestica
Nama Binomial : Malus Domestica
Morfologi
· Habitus : pohon, tinggi 5 – 12 cm
· Habitat : Asia Tengah
· Akar : tunggang, putih kecoklatan
· Batang : bulat, tegak, berkayu, permukaan kasar, coklat
· Daun : tunggal, tersebar, lonjong / oval, tepi daun bergerigi teratur, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, daging daun agak tebal, kaku, mengkilat, pertulangan daun menyirip, panjang 9 – 14 cm, lebar 3 – 5 cm, hijau, permukaan lainnya coklat
· Bunga : bunga bertangkai pendek, bertandan dan pada tiap tandan terdapat 7 – 9 bunga, bunga apel tumbuh pada ketiak daun, mahkota bunga berwarna putih sampai merah jambu
· Buah : buah mempunyai bentuk bulat sampai lonjong, bagian pucuk buah berlekuk dangkal, kulit agak kasar dan tebal, pori-pori buah kasar dan renggang, buni, mengkilat, buah apel biasanya merah di luar saat masak (siap dimakan), namun bisa juga hijau / kuning, dagingnya keras, ada banyak bibit di dalamnya
· Biji : pipih, panjang sekitar 1 cm, berkeping dua, masih muda putih setelah tua hitam

Anatomi
Ø Bunga :
Stigma terdapat pada 2 stilus yang saling menyatu pada setiap bagian dasarnya. Stilus tersebut bertipe solid dengan pusat jaringan transmisi yang polennya tumbuh secara interselular. Ginoecium apel dipercaya menjadi syncarpous yang tidak sempurna dan setiap karpela terdiri dari dua ovula yang berpotensial membentuk dua biji atau sepuluh biji per buah.
 
Ø Daun :
Pada daun apel terdapat bagian-bagian:
§ Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
§ Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis
§ Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
§ Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
§ Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis. Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, apel juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. 
 
 
Biji :
Pada biji apel terdapat kulit biji (cuticle). Cuticle ini terdapat pada sela-sela kalaza dan membentuk jalan translokasi nutrient. Dinding sel kalaza mungkin berhubungan dengan perbedaan pola distribusi penyimpanan senyawa dan dengan control gerakan nutrient. Keterlambatan dan perkembangan variasi embrio biji pada buah berbiji berhubungan dengan perubahan pola penyimpanan substansi dan translokasi embrionya.
 
Ø Batang :
Pada batang apel terdapat:
v Kulit luar yang terdiri dari selapis sel-sel, antarsel tidak terdapat. Bagian muka dindingnya lebih tebal. Dinding luar, kutikula, diliputi semacam bahan gabus yang disebut cutine.
v Parenkim yang berdinding tipis untuk pemasukan gas, terutama zat asam yang digunakan untuk bernapas
v Ikatan pembuluh yang sejajar dengan muka batang. Jaringan yang lebih dalam disebut empulur, yang ada di arah luar dinamakan kulit pertama. Jaringan yang menghubungkan empulur dan kulit pertama disebut jari-jari empulur.
Ø Akar :
Pada akar apel terdapat bagian-bagian:
v Kulit luar (epidermis) yang terdiri dari selapis sel-sel dan di antara sel-sel itu tak terdapat antarsel. Dinding selnya tipis dan mudah memasukkan air.
v Kulit pertama terdiri dari sel-sel berdinding tipis, di antaranya terdapat antar sel berjumlah banyak yang berguna bagi pertukaran gas.
v Endodermis yang merupakan lapisan batas antara kulit dan bagian pusat (tengah). Di dalam dindingnya yang melintang ke bagian tengah terdapat bahan gabus hingga tak dapat kemasukan air. Dinding endodermis yang sejajar dengan bagian tengah tidak mengandung gabus dan tidak merintangi jalannya air.
v Silinder pusat (bagian tengah) yang memiliki pembuluh sebagai bagian terpenting. Ikatan buluh kayu yang tersusun seperti jari-jari, letaknya bergiliran dengan ikatan buluh tapis; diantaranya terdapat parenkim. Akar cabang muncul dari lapisan luar silinder pusat sehingga harus menembus endodermis dan kulit pertama.
Ø Buah :
Sebagian besar dari jaringannya berasal dari dasar bunga yang mencekung sehingga apel termasuk dalam buah semu.
Fisiologi
Apel merupakan tanaman C3, yaitu tanaman yang fiksasi karbon awal melalui rubisko, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada ribulosa bisfosfat dan produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Tanaman ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin. Yang membuat keadaan ini memburuk, rubisko dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Produknya terurai, dan satu potong, senyawa berkarbon-dua, dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon-dua menjadi CO2. Proses ini disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi). Akan tetapi, tidak seperti respirasi seluler, fotorespirasi tidak menghasilkan ATP. Dan tidak seperti fotosintesis, fotorespirasi tidak menghasilkan makanan. Sebenarnya, fotorespirasi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organic dari siklus Calvin.
Daun apel digunakan sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fotosintesis karena apel termasuk autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Daun apel juga berfungsi sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai organ respirasi.
Kandungan kimia
ü Senyawa pektin, kulit buah mempunyai rendemen pektin yang lebih besar dibanding daging buah
ü Kandungan zat-zat gizi dalam 100 gram buah apel adalah: 58 kkal energi; 4 g lemak; 3 g protein; 14,9 karbohidrat; 900 IU vitamin A; 7 mg tiamin; 3 mg riboflavin; 2 mg niacin; 5 mg vitamin C; 0,04 mg vitamin B1; 0,04 mg vitamin B2; 6 mg kalsium; 3 mg zat besi; 10 mg fosfor; clan 130 mg potasium (kalium)
Karoten Dan Pektin
Di samping zat-zat gizi tersebut di atas, rahasia apel sebagai pencegahan penyakit terletak pada kandungan karoten dan pektinnya. Karoten memiliki aktivitas sebagai vitamin A dan juga antioksidan yang berguna untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif. Pektin merupakan salah satu tipe serat pangan yang bersifat larut dalam air. Karena merupakan serat yang berbentuk gel, pektin dapat memperbaiki otot pencernaan clan mendorong sisa makanan pada saluran pembuangan.
Pektin juga dikenal sebagai antikolesterol karena dapat mengikat asam empedu yang merupakan hasil akhir metabolisme kolesterol. Makin banyak asam empedu yang berikatan dengan pektin dan terbuang ke luar tubuh, makin banyak kolesterol yang dimetabolisme, sehingua pada akhirnya kolesterol menurun jumlahnya. Selain itu, pektin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus, memperlunak feses, serta mengikat dan menghilangkan racun dari usus.
Buah apel mempunyai indeks glikemik (indikator kecepatan peningkatan gula darah) yang sangat rendah. Hal ini berarti bahwa kadar gala yang terdapat secara alami pada apel tidak akan memacu kecepatan naiknya gula darah. Apel juga berfungsi mengontrol keluarnya insulin, sehingga tidak berlebihan. Karena itu, konsumsi apel secara teratur dapat menjaga keseimbangan gula darah serta menurunkan tekanan dan kolesterol darah.
Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa apel sangat besar manfaatnya dalam hal: (1) menurunkan kolesterol darah, (2) menurunkan tekanan darah, (3) menstabilkan gula darah, (4) meningkatkan high density lipoprotein (HDL = kolesterol baik), (5) membunuh virus infeksi, (6) mengurangi selera makan, (7) memperlancar pencernaan, (8 ) mempertahankan kesehatan saraf, (9) agen antikanker, dan (10) menjaga kesehatan jantung.
Kaya Fitokimia
Selain memiliki senyawa kimia yang bergizi, apel juga mengandung zat nirgizi atau senyawa fitokimia yang sarat manfaat bagi kesehatan. Apel mengandung senyawa fitokimia yang sarat manfaat bagi kesehatan. Apel mengandung senyawa fitokimia dalam jumlah besar, salah satunya adalah flavonoid, yang besarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti varietas, pemanenan, penyimpanan, dan pengolahan apel. Flavonoid termasuk ke dalam senyawa polifenol, yang tidak secara rata terdistribusi dalam jaringan tanaman. Konsentrasi fitokimia berbeda nyata antara kulit dan daging apel.
Senyawa fitokimia antioksidan merupakan pencegah radikal bebas penyebab kerusakan pada sel-sel tubuh.
Antioksidan dalam apel terdiri dari:
quercetin-3-galactoside, quercetin3-glucoside, quercetin-3-rhamnoside, catechin, epicatechin, pricyanidin, cyanidin-3-galactoside, coumaric acid, chlorogenic acid, gallie acid, dan hloridzin (Boyer dan Liu, 2004).
Konsentrasi rata-rata senyawa fitokimia tersebut per 100 gram buah adalah:
quercetin giycosidPs 13,2 mg; procyanidin 9,35 mg; chlorogenic acid 9,02 mg; epicatechin 8,65 mg; dan phloretinn glycosides 5,59 mg (Lee et al., 2003).
Pengolahan apel menjadi berbagai produk dapat mengurangi kadar senyawa fitokimia tersebut. Senyawa fitokimia yang biasa dijumpai pada kulit apel terdiri dari procyanidins, catechin, epieatechirt, chlorogenic acid, phloridzin, dan quercetin conjugates. Daging buah apel juga mengandung senyawa-senyawa tersebut, tetapi dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan pada kulit apel. Quersetin secara eksklusif terdapat dalam kulit apel. Sementara konsentrasi chtoro-genic acid cenderung lebih tinggi pada daging buah,dibandingkan pada kulit buah apel.
Procyanidins, epicatechin, dan catechin, memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan dapat mencegah oksidasi low density lipoprotein (LDL = kolesterol jahat); sehingga mencegah terbentuknya radikal bebas (Laranjinha, 2003). Catechin dapat mencegah pembentukan tumor usus dan menunda serangan tumor (Ebeler et al, 2002). Sawa et aL (1999) menemukan bahwa chlorogenic acid memiliki aktivitas pemecahan alkyl peroxyl radical (ROO) yang sangat tinggi. Karena ROO dapat meningkatkan pembentukan tumor dan bersifat karsinogenik, kehadiran chiorogenic acid sangat penting untuk memberikan efek perlindungan terhadap kanker.
Quercetin merupakan antioksidan kuat, dan memiliki efek perlindungan yang potensial dalam melawan kanker dan penyakit hati (Lamson dan Brignal, 2000). Quercetin juga dapat mengurangi oksidaso lipid dan meningkatkan glutahione (suatu antioksidan), sehingga mampu melindungi hati terhadap kerusakan oksidatif (Molina et al, 2003). Aktivitas antioksidan total dari buah apel dengan kulitnya kira-kira sebesar 83 imol vitamin C, yang berarti bahwa aktivitas antioksidan dari 100 gram apel sebanding dengan 1.500 mg vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan kuat, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hampir semua aktivitas antioksidan pada apel berasal dari berbagai senyawa lainnya. Aktivitas antioksidan vitamin C kurang dari 0,4 persen dari total aktivitas antioksidan dalam buah apel. (Eberhardt et al, 2000).
Khasiat
· Kulit : untuk menguatkan tubuh
· Buah :
Ø Adanya kalium / potassium serta pektin yang tinggi dalam apel, menjadikan buah ini sangat bermanfaat untuk mencegah stroke, serta mengurangi kadar gula dan kolesterol darah (yang bermanfaat bagi penderita kencing manis dan jantung koroner). Makin merah warna apel makin tinggi zat kalium yang dikandungnya.
Ø Kalium ini adalah jenis mineral yang mampu mengatur detak jantung. Dengan kondisi itu maka tekanan darah ikut teratur pula.
Ø Selain itu buah apel juga bisa diolah menjadi cuka sari apel yang bersifat anti septik yang mampu membunuh bakteri-bakteri dalam saluran pencernaan, memperbaiki metabolisme tubuh, memperlancar aliran darah untuk mengatasi toxeemia alias keracunan dalam peredaran darah dan mencegah obesitas.
Ø Cuka apel ini merupakan sumber serat terlarut paling baik, yang tak mengandung kolesterol, lemak, dan natrium. Kandungan pektin efektif menekan kolesterol jahat penyumbat pembuluh darah (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) tinggi, sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Cuka apel tak berefek samping bila dikonsumsi berlebihan. Sebab, darah resisten terhadap asam. Kelebihan asam akan dibuang. Sebaliknya, darah reaktif terhadap basa. Artinya pH darah akan naik bila terdapat gizi yang bersifat basa. Kondisi darah cenderung basa memudahkan tubuh terserang penyakit.
Ø Selain itu juga terdapat kandungan karotenoid yang merupakan sumber vitamin A, berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.
Ø Apel mengandung Quercetin, zat antioksidan yang mengandung anti-inflammatory, yang bermanfaat mengeluarkan radikal bebas dari tubuh kita.
Ø Kandungan asam yang sangat tinggi baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan dan kulit khususnya
Ø Jus apel dapat mencegah gangguan jantung dan mencegah pengubahan lemak menjadi kolesterol di dalam darah
Buah ini hampir tanpa lemak dan kolesterol, sehingga cocok dimasukkan sebagai menu orang yang sedang berdiet. Keluhan seperti sembelit pada orang diet, tidak akan terjadi bila orang tersebut memasukan apel sebagai bagian dari menunya. Meski bermanfaat mengatasi sembelit, buah apel juga punya khasiat meredakan diare. Ini menurut Miriam Polunnin dalam bukunya “Healing Foods”. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan.
Penelitian Konowalchuck J pada tahun 1978 mempublikasikan manfaat lain apel. Konowalchuck menyebutkan bahwa sari buah apel terbukti ampuh melawan berbagaii serangan infeksi virus. Dengan sari apel, stamina dan kekebalan tubuh akan menjadi lebih baik. Kondisi ini bisa menghindarkan tubuh dari serangan virus, terlebih pada saat pergantian musim seperti sekarang ini.
Di samping kandungan zat-zat yang telah disebutkan di atas. Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Tannin ini, seperti ditulis “Jurnal American Dental Association” pada tahun 1998, mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegah infeksii saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Jika anda akan membuat jus apel, disarankan memakai apel yang tumbuh secara organis, yang memiliki kandungan mineral lebih tinggi daripada apel yang tumbuh dengan cara biasa. Jangan membuang kulit buahnya, karena kandungan pektinnya paling banyak. Untuk mendapatkan khasiat laksatif yang baik, campurkan apel, bayam, peterseli dan es batu dan anda akan mendapatkan jus yang lezat dan menyehatkan.


BNS


Batu Night Spectacular adalah sebuah wahana wisata terbaru dari Kota Batu. Malam hari anda bisa menikmati suguhan wisata paling spektakuler di Jawa Timur di Batu Night Spectacular (BNS). Obyek wisata yang berlokasi di Desa Oro-oro Ombo ini menyajikan aneka wahana yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga anda. Ada puluhan wahana yang tidak akan bisa Anda lupakan setelah menikmatinya seperti galeri hantu, slalom tes, sepeda udara tertinggi, lampion garden, dan trampoline. Di obyek wisata ini anda juga bisa menguji adrenalin dengan mencoba beberapa wahana seperti drag race, mouse coaster, dan beberapa permainan lain.
Banyak juga wahana yang khusus disediakan untuk anak-anak seperti kids zone yang terdiri dari 25 macam. Selain berbagai wahana menarik, keunikan BNS juga didukung letaknya yang sangat strategis di dataran tinggi. Dari obyek wisata mala mini anda bisa menikmati pemandangan alam Kota Malang dan sekitarnya dengan lebih sempurna. Gemerlap lampu di kawasan Malang Raya malam hari akan mengiringi suasana kongkow anda di beberapa kafe yang tersedia disana. Batu Night Spectacular ( BNS ) juga menyiapkan beberapa wahana yang unik yang rugi kalau dilewatkan seperti lampion garden, galeri hantu, cinema empat dimensi, sirkuit go kart terpanjang, layar sepanjang 50 meter di area food court, dan air mancur menara.

Tidak ada komentar: